Pada prinsipnya, sebaiknya sesuai dengan kondisi beban untuk memilih motor langkah. Semua beban pada poros motor ada dua macam, yaitu torsi redaman dan beban inersia. Kedua beban dapat dihitung dengan benar, nilainya harus memenuhi kondisi berikut: (1) ketika perkakas mesin untuk operasi tanpa beban, di seluruh rentang kecepatan, tambahkan pada poros torsi beban motor stepper harus berada dalam lingkup motor torsi pengenal kontinu, yang harus berada dalam kurva karakteristik kecepatan torsi ruang kerja kontinu. (2) torsi beban maksimum, siklus beban, dan waktu beban berlebih ditawarkan dalam lingkup kurva karakteristik yang diizinkan. (3) dalam proses akselerasi/deselerasi torsi motor harus berada di area deselerasi (Atau ruang kerja intermiten)Dalam. (4) Untuk memerlukan perubahan beban yang sering, pengereman dan berkala, maka harus diperiksa nilai RMS torsi dalam satu siklus. Dan harus lebih kecil dari torsi pengenal mesin secara terus menerus. (5) ditambah beban inersia pada ukuran poros motor dan sensitivitas motor untuk keseluruhan langkah akan mempengaruhi ketepatan sistem. Biasanya bila beban lebih kecil dari inersia rotor motor, dampaknya tidak besar. Namun bila inersia beban mencapai atau melebihi 5 kali inersia rotor, dapat membuat sensitivitas dan waktu respon terpengaruh banyak. Bahkan melangkah ke amplifier tidak dapat bekerja dalam rentang penyesuaian normal. Jadi untuk momen inersia seperti ini sebaiknya hindari penggunaan. Untuk lebih jelasnya, silakan kunjungi: WWW. bohongmotor。 Com
produk utama: motor stepper, motor brushless, motor servo, penggerak motor loncatan, motor rem, motor linier dan jenis model motor stepper lainnya, selamat datang untuk bertanya. Telepon: