Dilihat: 0 Penulis: Editor Situs Waktu Publikasi: 04-06-2023 Asal: Lokasi
Motor tanpa sikat telah merevolusi dunia mobil RC, pesawat terbang, dan drone. Motor yang efisien ini menawarkan rasio tenaga terhadap berat yang luar biasa dibandingkan dengan motor yang disikat, dan memerlukan sedikit perawatan sekaligus menghasilkan waktu pengoperasian yang lebih lama. Tersedia dua tipe utama motor brushless, motor brushless outrunner dan inrunner. Pada artikel ini, kita akan mengeksplorasi perbedaan antara motor brushless outrunner dan inrunner.
Apa Itu Motor Brushless?
Sebelum kita mulai menjelajahi motor brushless outrunner dan inrunner, mari kita pahami dulu apa itu motor brushless. Berbeda dengan motor brushed yang menggunakan sikat untuk menyuplai daya ke motor yang memutar komutator, motor brushless menggunakan pengontrol untuk mengatur suplai listrik ke kumparan motor. Pengontrol memantau posisi motor dan menyesuaikan tegangan suplai untuk meningkatkan kinerja motor.
Motor tanpa sikat lebih efisien, memiliki masa pakai lebih lama, dan menghasilkan daya lebih besar dibandingkan motor sikat, sehingga ideal untuk aplikasi berperforma tinggi.
Motor Brushless yang Lebih Cepat
Motor brushless outrunner memiliki desain rotor luar, yang berarti stator motor terletak di tengah motor, dan rotor mengelilingi stator di bagian luar. Motor ini biasanya memiliki diameter luar yang lebih besar dan rating Kv yang lebih rendah dibandingkan motor inrunner, sehingga cocok untuk aplikasi kecepatan rendah dan torsi tinggi seperti aplikasi multirotor.
Motor yang lebih cepat menawarkan pembuangan panas yang baik, menjadikannya ideal untuk aplikasi RPM tinggi di mana penumpukan panas dapat merusak motor. Mereka juga memberikan momen inersia yang lebih tinggi, sehingga menghasilkan pengoperasian yang lebih lancar dan stabil.
Motor Tanpa Sikat Inrunner
Motor brushless inrunner memiliki desain rotor bagian dalam, yang berarti stator motor terletak di bagian luar motor, dan rotor terletak di bagian dalam. Motor ini biasanya memiliki diameter luar yang lebih kecil dan rating Kv yang lebih tinggi dibandingkan motor yang bergerak cepat, sehingga cocok untuk aplikasi kecepatan tinggi seperti mobil RC, pesawat terbang, dan helikopter.
Motor inrunner memiliki momen inersia yang rendah, yang memungkinkannya merespons perubahan RPM motor dengan cepat. Mereka juga menawarkan rasio daya terhadap berat yang tinggi, menjadikannya ideal untuk aplikasi berkinerja tinggi.
Perbedaan Antara Motor Brushless Outrunner dan Inrunner
Sekarang kita telah menjelajahi perbedaan mendasar antara motor brushless outrunner dan inrunner, mari selami lebih detail. Berikut perbedaan utama antara kedua jenis motor brushless ini:
1. Desain
Salah satu perbedaan paling mencolok antara motor brushless outrunner dan inrunner adalah desainnya. Motor outrunner memiliki desain rotor luar, sedangkan motor inrunner memiliki desain rotor dalam.
2. Peringkat Kv
Peringkat Kv adalah ukuran berapa putaran per menit (RPM) motor akan berputar per volt yang diterapkan. Motor yang berlari lebih cepat biasanya memiliki peringkat Kv yang lebih rendah, yang berarti menghasilkan torsi lebih besar pada kecepatan lebih rendah. Motor inrunner biasanya memiliki peringkat Kv lebih tinggi, yang berarti motor tersebut menghasilkan RPM lebih banyak pada tegangan tertentu.
3. Ukuran
Motor yang bergerak cepat biasanya lebih besar daripada motor yang bergerak cepat, sehingga menghasilkan momen inersia yang lebih besar. Motor inrunner berukuran lebih kecil dan kompak, sehingga cocok untuk aplikasi dengan ruang terbatas.
4. Pembuangan Panas
Motor yang lebih cepat memiliki pembuangan panas yang baik, sehingga ideal untuk aplikasi RPM tinggi di mana penumpukan panas dapat merusak motor. Sebaliknya, motor inrunner dapat menghasilkan lebih banyak panas, sehingga memerlukan pendinginan tambahan untuk mencegah kerusakan.
5. Kinerja
Motor outrunner sangat cocok untuk aplikasi kecepatan rendah dan torsi tinggi, sedangkan motor inrunner ideal untuk aplikasi kecepatan tinggi. Setiap jenis motor memiliki kelebihan dan kekurangannya masing-masing, dan pilihan terbaik tergantung pada aplikasinya.
Pikiran Terakhir
Meskipun motor brushless outrunner dan inrunner menawarkan kinerja yang sangat baik, keduanya dirancang untuk aplikasi yang berbeda. Motor outrunner ideal untuk aplikasi kecepatan rendah dan torsi tinggi seperti drone multirotor. Motor inrunner sangat cocok untuk aplikasi kecepatan tinggi seperti mobil RC, pesawat terbang, dan helikopter. Memahami perbedaan antara motor brushless outrunner dan inrunner akan membantu Anda memilih motor yang tepat untuk aplikasi Anda dan mencapai kinerja optimal.